Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif sepanjang perdagangan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026). Indeks menutup sesi dengan penguatan sebesar 1,96 persen sehingga berada pada posisi 8.290.
Pada awal perdagangan, indeks saham langsung dibuka di zona hijau pada level 8.152. Meskipun sempat berfluktuasi hingga menyentuh level terendah di 8.118, IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatannya.
Hingga sesi sore berakhir, volume perdagangan terpantau mencapai angka 52,93 miliar saham. Akumulasi nilai transaksi yang dibukukan pada perdagangan hari ini menembus angka Rp29,38 triliun.
Kekuatan pasar terlihat dari komposisi pergerakan harga, di mana sebanyak 570 saham terpantau menguat. Sebaliknya, 168 saham mengalami penurunan harga dan 220 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Tinjauan Sektoral: Energi dan Siklikal Memimpin
Mayoritas sektor saham berhasil mendarat di zona hijau pada penutupan hari ini. Sektor energi memimpin lonjakan dengan kenaikan signifikan sebesar 5,95 persen, disusul sektor siklikal yang menguat 5,34 persen.
Sektor industri dan infrastruktur turut memberikan dorongan kuat masing-masing sebesar 3,92 persen dan 3,85 persen. Sementara itu, sektor bahan baku mencatatkan kenaikan sebesar 3 persen.
Beberapa sektor lain yang ikut terapresiasi adalah transportasi (naik 2,26 persen), properti (naik 1,52 persen), serta teknologi (naik 1,12 persen). Sektor kesehatan naik 0,40 persen dan sektor nonsiklikal menguat tipis 0,02 persen.
Satu-satunya sektor yang menunjukkan tren negatif adalah sektor keuangan. Sektor ini tercatat menjadi anomali dengan melemah sebesar 0,49 persen di akhir perdagangan.
Pergerakan Top Gainers dan Top Losers
Tiga besar emiten yang menempati posisi top gainers dipimpin oleh PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dengan kenaikan 34,93 persen. Di posisi kedua, Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) melonjak 34,88 persen.
PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) menyusul di urutan ketiga dengan penguatan harga sebesar 29,00 persen.
Pada deretan top losers, Pinnacle Persada Investama (XPSG) mencatatkan koreksi terdalam sebesar 13,99 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh instrumen investasi dari manajemen investasi yang sama.
Pinnacle Persada Investama (XPLQ) terpantau melemah sebesar 13,97 persen. Menutup daftar tersebut, Pinnacle Persada Investama (XPDV) turun sebesar 12 persen.
