Terjangkit PMK, Puluhan Ekor Sapi di Kabupaten Enrekang Dilakukan Pemotongan Bersyarat

enrekang

SERATUSNEWS.ID, ENREKANG Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)mulai merambah ke Peternak hewan di Sulawesi Selatan (Sulsel), hal ini ditandai dengan keluarnya SK Gubernur Sulsel No 1565/VIIi/2022 tentang penetapan keadaan tertentu darurat PMK di Wilayah Sulsel.

Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya pemotongan bersyarat hewan yang secara efesien dapat menekan penyebaran kasus PMK

Seperti halnya yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK Kabupaten Enrekang, yang juga mulai melakukan pemotongan bersyarat hewan ternak yang terjangkit PMK di desa Sumilan, pada Selasa, (16/07/2022).

Hadir menyaksikan pemotongan bersyarat hewan ternak yang terjangkit PMK, diantaranya Ketua satgas PMK bapak DR. H. Baba didampingi oleh anggota satgas seperti Kadis Peternakan Muh. Alwi beserta Kabid dan dokter POV, Kepala Bappeda Syamsuddin, Kadis Kominfo Hasbar, Kepala BPBD Arsil Bagenda, ketua BAZNAS Enrekang drh. Junwar dan Kasi Intel Kajari Enrekang beserta sejumlah anggota TNI/Polri setempat.

Ketua Satgas PMK Kabupaten Ente, H. Baba mengatakan, hari ini pihaknya telah melakukan pemotongan hewan bersyarat di desa Sumilan sebanyak 12 Ekor sapi

“Hari ini di Desa Sumillan, ada 12 ekor sapi dilakukan pemotongan hewan bersyarat, rencananya besok di Desa Langda 35 ekor sapi, disusul Desa di Bontongan 2 ekor sapi, Po’to Kullin 2 ekor dan Janggurura 2 ekor sapi,” ucapnya

Lanjut Ketua Satgas PMK Enrekang H. Baba sangat mengapresiasi para peternak yang dengan kesadaran sendiri untuk melakukan pemotongan bersyarat.

“Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peternak, ini kita lakukan untuk membatasi penyebaran virus ini,” ucapnya

Hingga saat ini di Enrekang ada 8 desa zona merah yang terjangkit PMK di Enrekang, total 101 ekor yg terjangkit PMK dengan rincian 92 sapi, 4 ekor kerbau, dan 5 kambing.

Sementara itu, Kadis Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, Muhammad Alwi berharap, semua peternak yang dinyatakan positif dan yang belum, agar secara sukarela juga bersedia dilakukan pemotongan bersyarat

“Dan Melakukan Bio Security dan vaksinasi terhdap hewan yang sehat seperti sapi, kambing dan kerbau serta jalur transportasi keluar masuk hewan yang diperketat,” ujarnya.

Susuai Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan tentang Juknis pemberian bantuan dalam keadaan tertentu darurat PMK, itu akan dilakukan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak yang hewannya mati atau tertular PMK sebesar 10 juta sapi per kerbau dan 1.5 juta untuk hewan kambing. (adv/ag) 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: