Potensi Ekonomi Syariah di Sulsel Masih Terbuka Lebar

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Potensi ekonomi syariah di Indonesia masih terbuka lebar karena memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.

Demi memanfaatkan potensi tersebut, strategi dan terobosan yang tepat sasaran harus dilakukan agar ekonomi syariah mampu berkontribusi lebih besar lagi terhadap perekonomian nasional.

Dalam nilai Top 15 Global Islamic Economy Indicator, yang terdiri dari indikator Keuangan Islami, Makanan Halal, Pariwisata Ramah Muslim, Fesyen Islami, Obat-obatan dan Kosmetik Halal, serta Media dan Rekreasi, posisi Indonesia masih belum mengalami lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya.

Ditarik ke Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mulai berkembang walau masih bertahap.

Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) IAIN Parepare, Kamal Zubair mengatakan road map secara nasional yang dibuat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) seluruh sektor mulai digerakkan untuk meningkatkan perekonomian nasional.

“Kita lihat road map yang dibuat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah atau KNEKS, memang semua sektor digerakkan disitu jelas arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Kamal Zubair juga mengungkapkan pemerintah bersama stakeholder ekonomi syariah tengah menyiapkan draft undang-undang ekonomi syariah yang sangat berhubungan untuk penguatan ke depan.

“Jadi sekarang, pemerintah dan praktisi ekonom syariah mewacanakan untuk menggodok undang-undang ekonomi syariah. Dengan adanya undang-undang ini tentu yang berhubungan dengan aspek-aspek ekonomi syariah sangat banyak tapi kita belum tahu bentuknya, apakah akan seperti omnibuslaw atau tidak, yang jelas ini untuk pengembangan ekonomi syariah,” ungkap Dosen Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) IAIN Parepare itu.

Ketua IAEI IAIN Parepare ini juga menjelaskan sejak merger bank-bank syariah BUMN di Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin menguatkan basis dampak pertumbuhan ekonomi dari segi implementasi.

“Dari aspek lain, bagian keuangan lembaga-lembaga keuangan dan sejak bergabungnya bank-bank syariah di BSI itu semakin menguatkan dan semakin besar potensi dalam implementasinya,” katanya.

Untuk Sulsel, kata Kamal, eksistensi lembaga keuangan syariah di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta hampir semua telah beroperasi di Sulsel.

“Khusus di Sulsel, melihat data eksistensi lembaga keuangan syariah, baik mikro maupun lembaga keuangan syariah BUMN dan swasta sudah beroperasi di Sulsel dan sektor syariah yang lain termasuk produk halal di daerah-daerah,” tambahnya.

Lebih jauh, Dosen Ekonomi dan Bisnis juga mengurai aspek syariah diluar dari bank, ada industri kuliner yang sangat berkembang di Sulsel.

“Kalau kita melihat aspek syariah lain ada beberapa sisi, ada Food Halal merupakan industri kuliner-kuliner halal di Sulsel sangat berkembang,” jelasnya.

Kedua itu industri Fesyen yang nilai daya belinya semakin diminati masyarakat terutama kaum perempuan.

“Kemudian kedua Fesyen ini secara nasional sangat tinggi nilai komsumtifnya di lingkup perempuan muslimah yang menggerakkan ekonomi syariah. Pelaku-pelaku industri fesyen ini sangat berkontribusi besar terutama di Sulsel. Tak hanya itu outlet-outlet syar’i yang besar juga tersebar di daerah-daerah diluar Makassar,” lanjut Kamal.

Kamal Zubair menyimpulkan potensi ekonomi syariah di Sulsel sangatlah besar karena masyarakatnya dominan beragama Islam dan dukungan kulturnya.”

“Secara umum memang potensi ekonomi syariah bisa kita lihat dan simpulkan bahwa dengan pangsa pasar secara nasional maupun di Sulsel yang masih di dominasi masyarakat beragama Islam dengan kultur yang agamis, ini yang akan sangat berdampak ke depan,” tutupnya. (hsl/ag)

abdi

Tinggalkan Balasan

Next Post

Tak Ingin Kecolongan, DPKP Akan Perketat Pintu Masuk ke Parepare untuk Hewan Kurban

Kam Jun 30 , 2022
SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Dinas Pertanian Kelautan dan Peternakan (DPKP) Parepare akan melakukan pengawasan secara ketat lalu lintas hewan kurban di pintu-pintu perbatasan. Pengawasan hewan kurban itu untuk mengantisipasi masuknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Parepare menjelang hari raya Idul Adha. Hal itu disampaikan oleh drh. Nurdin saat melakukan […]

Kategori

%d blogger menyukai ini: