Lemoe, Sentra Kacang Mete Parepare

SERATUSNEWS.ID,PAREPARE – Kelurahan Lemoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare Sulawesi Selatan, dikenal sebagai penghasil kacang mete yang dihasilkan dari biji jambu monyet, Meski produksi masih terbatas, namun warga di lemoe sebagian menjadikan usaha kacang mete sebagai bisnis rumahan. Rata-rata produksi mete di lemoe ini memang baru mencapai puluhan ton per tahun. Hanya saja tingkat produksi itu berpotensi turun seiring semakin sedikitnya masyarakat yang membudidayakan jambu monyet.

Pohon jambu monyet paling banyak tumbuh di Kecamatan Bacukiki. Di Bacukiki , Lemoe lah yang menjadi sentra jambu monyet. Pemerintah Kota Parepare bahkan mendirikan Tugu Jambu monyet di wilayah ini, sebagai penghargaan pada masyarakat sekitar,yang terus membudidayakan tanaman jambu monyet ini.

Berkurangnya produksi Kacang mete,sendiri menurut warga karena kurangnya peremajaan tanaman jambu monyet. Sejumlah industri rumahan terpaksa mendatangkan biji jambu monyet dari sejumlah daerah tetangga. Seperti Sidrap,Pinrang dan Enrekang.

JAMBU MONYET : Kebun jambu monyet milik warga di Lemoe

” Mungkin karena jumlah pohonnya yang sudah banyak yang tua,padahal permintaan pasar cukup besar, jadi kadang harus beli biji dari sidrap juga,” Terang Iwan,salah satu warga lemoe.

BUTUH BIBIT: Peremajaan jambu monyet di perlukan untuk tingkatkan produksi

Jika tidak mendapat perhatian khusus Citra kecamatan Bacukiki sebagai penghasil kacang mete bisa saja tergerus. Tidak hanya itu, alih fungsi lahan perkebunan jambu monyet, juga perlu di waspadai. Di butuhkan perang aktif pemerintah yang tentu saja melakukan edukasi kepada warga tentang pentingnya peremajaan tanaman jambu monyet,agar produksi bisa di tingkatkan,tanpa harus membeli biji jamb monyet dari daerah lain,yang membuat biaya produksi mengalami pembengkakan. (rdi)

Lihat aktifitas bisnis rumahan kacang mete disini Lemoe sentra kacang mete

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: