Lebaran Idul Adha 1443 Hijriyah Mampu Membangkitkan Ekonomi

SERATUSNEWS.ID, EKONOMI — Hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah merupakan momen untuk  membangkitkan sekaligus memacu percepatan ekonomi nasional hingga di daerah pasca pandemi.

Saat dihubungi seratusnews.id, Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) IAN Parepare, Kamal Zubair menyebutkan, hampir seluruh hari besar Islam bisa dikaitkan dengan ekonomi termasuk juga Idul Adha 2022.

“Hampir seluruh hari besar Islam itu bisa dikaitkan dengan ekonomi yah. Seperti halnya momen pelaksanaan perayaan Idul Adha,” katanya.

Aktivitas penyembelihan ternak kurban sangat berkaitan dengan ekonomi, mulai dari penyiapan hewan qurban sampai kepada bisnis pengelolaan sapi yang akan disembelih.

“Momen idul adha I I diharapkan mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan juga pemberdayaan ekonomi umat melalui distribusi sapi-sapi sembelihan yang disebar ke sejumlah daerah-daerah yang masih sulit,” jelas Kamal.

Pemberdayaan tersebut, Menurut Kamal mampu membangkitkan gairah ekonomi bagi umat muslim terutama yang kurang mampu.

“Sehingga, harapannya akan berdampak positif bagi pemberdayaan untuk kebangkitan ekonomi umat terutama yang masih terbelakang dari segi ekonomi,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Muhammadiyah salat ied Idul Adha dilaksanakan hari ini Sabtu (9/7/2022), sementara pemerintah pusat menetapkan hari raya kurban jatuh esok hari Ahad (10/7/2022).

Kamal menjelaskan perayaan Idul Adha tahun 2022 yang dirayakan dua hari dan diakumulasikan akan menggerakkan aktivitas ekonomi secara signifikan.

“Momentum Idul Adha tahun ini yang dilaksanakan dua hari, jika kita akumulasi dampaknya Insya Allah menggerakkan ekonomi dengan cepat di lokasi penyembelihan hewan kurban,” jelasnya.

Momen lebaran Idul Kurban ini juga dinantikan kaum dhuafa yang secara ekonomi belum mampu menyembelih ternak. “Momen ini juga ditunggu kaum-kaum duafa yang secara ekonomi mereka belum mampu menyembelih hewan,” jelasnya.

Titik masalah, lanjut Ketua IAEI IAIN Parepare itu, soal distribusi karena saat ini telah banyak menggunakan penyembelihan secara modern.

“Yang menjadi problem juga masalah pendistribusian dan inovasi produk daging qurban, cuma sekarang banyak model-model penyembelihan yang modern disebar ke daerah-daerah terpencil,” kata Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare itu.

“Kalau menumpuk juga akan berdampak pada tidak meratanya distribusi sehingga umat yang kurang mampu tidak tersentuh,” sambung Kamal.

Kamal juga mengatakan titik ini harus menjadi titik fokus agar bisa disebar ke daerah pedalaman untuk meningkatkan inovasi sekaligus menggerakkan ekonomi dari daerah ke kota.

“Saya kira ini yang menjadi fokus agar bisa ditebar di pelosok yang membutuhkan serta pemberdayaan-pemberdayaan membantu inovasi dan membangkitkan daya jual beli masyarakat,” tutupnya. (*/hsl) 

abdi

Tinggalkan Balasan

Next Post

Hari Raya Idul Adha, Tasming Hamid: Mari Teladani Sikap Nabi Ibrahim

Sab Jul 9 , 2022
SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Momentum hari raya Idul Adha kembali akan dirasakan oleh seluruh umat Islam di seluruh belahan dunia. Ucapan selamat hari raya Idul Adha pun berdatangan dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, Tasming Hamid (TSM). Menurut TSM, hari raya Idul Adha, […]

Kategori

%d blogger menyukai ini: