Kasus Pembuangan Janin di Kloset, Polisi Sudah Mintai Keterangan Dari Terduga Pelaku

SERATUSNEWS. ID, PAREPARE — Polisi terus berupaya mengungkap kasus dugaan pembuangan janin di kloset WC umum belakang Pasar Lakessi, Jalan Petta Unga, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Bahkan secara maraton, tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Parepare, yang dibantu oleh pihak Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta warga setempat, terus berupaya melakukan pencarian janin yang sengaja dibuang itu.

Setelah dilakukan proses pencarian mulai dengan melakukan penyemprotan saluran pembuangan air, hingga penggalian bak WC umum itu sekira 4 jam lamanya, petugas hanya menemukan onggokan yang diduga adalah merupakan ari-ari.

Informasi yang dihimpun oleh seratusnews.id, terduga pelaku kini masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Parepare, akibat pendarahan hebat.

Salah seorang warga setempat yang enggan identitasnya diungkap mengaku, perempuan berinisial I tersebut, tinggal bersama kedua orang tuanya dengan saudaranya.

“Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan sehari-harinya itu menjual bawang dengan yang lainnya,” jelasnya.

Warga itu juga menyebutkan, perempuan yang dimaksud karakternya pendiam dan tak banyak bicara jika dirinya disapa.

“Sehari-harinya itu pendiam dan tidak cerewet. Kalau bapaknya itu penjual kopi kalau tidak salah,” bebernya.

Warga yang tak ingin disebutkan identitasnya itu juga menyebutkan, dirinya sudah pernah menegur perempuan muda tersebut soal perutnya yang terlihat membesar.

“Sudah sering ditanya soal perutnya yang besar, namun bapaknya bilang terkena tumor,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Parepare, AKP Deki Merizaldi mengatakan, kasus dugaan pembuangan janin ini bermula dari informasi warga yang curiga adanya ceceran darah di lantai WC umum itu, lalu dilaporkan langsung ke aparat kepolisian setempat.

“Informasi awal itu dari warga sekitar,” singkatnya.

AKP Deki menyebutkan, dari pengakuan pihak keluarga terduga pelaku pembuangan janin itu, perutnya membesar akibat adanya tumor, namun dari hasil pemeriksaan dokter berkata lain.

“Informasi dari keluarga, perutnya membesar itu akibat tumor, namun hasil pemeriksaan dokter itu hamil dan belum ada pasangannya,” tuturnya.

Kasus Pembuangan Janin di Kloset, Polisi Sudah Mintai Keterangan Dari Terduga Pelaku

SERATUSNEWS. ID, PAREPARE — Polisi terus berupaya mengungkap kasus dugaan pembuangan janin di kloset WC umum belakang Pasar Lakessi, Jalan Petta Unga, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Bahkan secara maraton, tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Parepare, yang dibantu oleh pihak Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta warga setempat, terus berupaya melakukan pencarian janin yang sengaja dibuang itu.

Setelah dilakukan proses pencarian mulai dengan melakukan penyemprotan saluran pembuangan air, hingga penggalian bak WC umum itu sekira 4 jam lamanya, petugas hanya menemukan onggokan yang diduga adalah merupakan ari-ari.

Informasi yang dihimpun oleh seratusnews.id, terduga pelaku kini masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Parepare, akibat pendarahan hebat.

Salah seorang warga setempat yang enggan identitasnya diungkap mengaku, perempuan berinisial I tersebut, tinggal bersama kedua orang tuanya dengan saudaranya.

“Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan sehari-harinya itu menjual bawang dengan yang lainnya,” jelasnya.

Warga itu juga menyebutkan, perempuan yang dimaksud karakternya pendiam dan tak banyak bicara jika dirinya disapa.

“Sehari-harinya itu pendiam dan tidak cerewet. Kalau bapaknya itu penjual kopi kalau tidak salah,” bebernya.

Warga yang tak ingin disebutkan identitasnya itu juga menyebutkan, dirinya sudah pernah menegur perempuan muda tersebut soal perutnya yang terlihat membesar.

“Sudah sering ditanya soal perutnya yang besar, namun bapaknya bilang terkena tumor,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Parepare, AKP Deki Merizaldi mengatakan, kasus dugaan pembuangan janin ini bermula dari informasi warga yang curiga adanya ceceran darah di lantai WC umum itu, lalu dilaporkan langsung ke aparat kepolisian setempat.

“Informasi awal itu dari warga sekitar,” singkatnya.

AKP Deki menyebutkan, dari pengakuan pihak keluarga terduga pelaku pembuangan janin itu, perutnya membesar akibat adanya tumor, namun dari hasil pemeriksaan dokter berkata lain.

“Informasi dari keluarga, perutnya membesar itu akibat tumor, namun hasil pemeriksaan dokter itu hamil dan belum ada pasangannya,” tuturnya. (*/hsl)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: