oleh

Jaksa Tuntut Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santri Hukuman Mati dan Kebiri

-Berita, Hukrim-44 views

Terdakwa Herry Wirawan, pemerkosa 13 santri digiring oleh petugas Kejaksaan usai menjalani sidang di PN Bandung, Jabar (Foto: Kejaksaan RI)

SERATUSNEWS.ID, BANDUNG — Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Jabar), Dr. Asep N. Mulyana yang bertindak selaku Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Herry Wirawan pemerkosa 13 santri dengan hukuman mati.

Pada sidang yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022), JPU juga menuntut Herry Wirawan dengan hukuman kebiri.

Dalam keterangan pers tertulis Kejaksaan RI yang dikutip seratusnews.id, pada agenda pembacaan tuntutan, JPU yang dipimpin oleh Kajati Jabar ini, menuntut mati terdakwa Herry Wirawan serta menjatuhkan pidana tambahan mengumumkan identitas pelaku dan kebiri kimia.

Selain itu dalam tuntutannya JPU meminta majelis hakim untuk memutus terdakwa Herry Wirawan untuk membayar denda sebesar 500 juta rupiah dengan subsidair 1 tahun kurungan serta membayar restitusi kepada anak korban sebesar Rp. 331.527.186.

Selain itu, JPU juga meminta kepada Hakim untuk membekukan, mencabut dan membubarkan yayasan yatim piatu Manarul Huda, Madani Boarding School dan Pondok Pesantren Tahfidz Madani yang dibentuk oleh terdakwa.

Dalam amar tuntutan, JPU mengatakan hukuman mati dan kebiri diberikan sesuai perbuatan Herry Wirawan yang berdasarkan dakwaan telah memperkosa 13 santriwatinya sendiri hingga hamil dan melahirkan.

“Ini bukti komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain yang melakukan kejahatan (asusila),” kata Kepala Kejati Jabar ini.

JPU juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan pengumuman identitas terdakwa. “Identitas terdakwa disebarkan,” tuturnya.

Menurut Asep, tuntutan ini sesuai harapan masyarakat agar Herry Wirawan layak dihukum jauh lebih berat daripada 20 tahun penjara. (rls/ag)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed