Idul Qurban Nama Lain dari Pendekatan dengan Allah Swt

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Gurutta' Budiman Sulaeman

SERATUSNEWS.ID, RELIGI — Lebaran Idul Adha memiliki makna yang tidak terbatas hanya mempelajari kisah Nabi Ibrahim As. dan keluarganya, namun ada arti yang lebih dalam juga tersirat.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Budiman Sulaeman, mengatakan qurban memiliki arti kedekatan yang sempurna.

“Bahasa Arab mengenalkan kaidah bahwa jika sebuah kata benda yang berakhiran huruf “alif” dan “nûn”, maka kata benda tersebut menunjukkan makna “kesempurnaan”. Seperti “kaslân” bermakna “kemalasan sempurna”. “Qur’ân” berarti “bacaan sempurna”. Insân artinya “manusia sempurna (jasmani ruhani), ghadhbân dapat diterjemahkan dengan “kemarahan yang sempurna, dan seterusnya,” jelas Budiman.

Budiman juga mengatakan dalam menjalankan ibadah “qurban” lebih kepada pendekatan atau kedekatan yang sempurna yang tidak main-main.

“Karena itu, yang diharapkan dari kita dalam ibadah qurban adalah kedekatan atau pendekatan yang sempurna, tidak main-main. Kedekatan luar-dalam atau dalam bahasa yang berbeda yakni lahir dan batin,” jelas Sekretaris MUI Kota Parepare.

Kedekatan atau pendekatan yang dimaksud, lanjut Budiman, menjelma kejernihan motivasi yang melibatkan potensi dan daya yang dimiliki.

“”Ketulusan”, “kemurnian”, “kejernihan motivasi”, yaitu sebuah kedekatan atau pendekatan yang melibatkan segenap potensi dan daya yang dimiliki. Bukan kedekatan manipulatif. Bukan kedekatan setengah hati. Bukan kedekatan hypocrite (munafik). Bukan kedekatan jangka pendek (duniawi). Bukan kedekatan palsu penuh intrik berbalut kepura-puraan,” lanjut Direktur Ma’had Al-Jami’ah IAIN Parepare

“Idul Qurban seyogyanya dijadikan sebagai momentum berharga untuk ruh dan spirit mengembalikan kedekatan/pendekatan kepada Allah Swt., baik melalui pelbagai rangkaian ibadah haji di tanah suci bagi saudara-saudari kita yang menunaikannya, maupun rangkaian shalat eid dan penyembelihan hewan qurban di tanah air yang juga kita lakukan,” ujarnya.

Kedekatan dan pendekatan juga, Budiman menyebutkan itu merupakan taqarrub kepada Allah akan lebih muda jika memiliki jiwa kesadaran ilahiyyah.

“Kedekatan/pendekatan, taqarrub kepada Allah akan mudah dilakukan bilamana kita memiliki kesadaran ilahiyyah bahwa setiap saat diawasi dan diintai atau di-muraqabah oleh Allah, sambil, tentunya, tetap mempertahankan hubungan baik kita dengan sesama (terutama bagi kalangan tak berpunya) melalui berbagai kegiatan kemanusiaan,” tutup Ketua Pengurus Masjid Al-Wasilah IAIN Parepare

Selamat merayakan Idul Qurban bersama keluarga, semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan serta kedekatan dengan syafaat Nubuwwah dan ridha Ilahiyyah. (*)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: