Gelar Audiensi dengan Pemkot, Bawaslu Parepare Bahas Pembentukan Panwascam

Audiensi Panwaslu dengan Pemkot Parepare, yang diterima langsung oleh Sekda (Foto: Husnil)

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar audiensi atas pertemuan dengan Pemerintah Kota  (Pemkot) Parepare.

Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota Parepare, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, pada Selasa (20/9/2022).

Audiens Bawaslu dengan Pemkot, dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, Iwan Asaad yang didampingi Asisten I Kesra Aminah Amin, Kepala Bidang Aset BKD, Kesbangpol Muhammad Shodiq dan camat se-kota Parepare.

Pada pertemuan itu Bawaslu dan Pemkot Parepare membahas terkait persiapan pembentukan Sekretariat Panwaslu Kecamatan (Panwascam).

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Parepare, Muhammad Zainal Asnun menjelaskan, pertemuan dengan pihak Pemkot membahas terkait pembentukan Panwascam.

“Tentu saja dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan program kerja pengawas di butuhkan dukungan sekretariat, yang unsurnya harus berasal dari ASN Kota Parepare,” jelasnya, Rabu (21/9/2022).

Tak hanya itu, Zainal Asnun juga menjelaskan, setelah nantinya terbentuk Panwascam, maka akan ditindaklanjuti penugasan dua orang PNS.

“Bawaslu akan menindaklanjuti dengan permohonan fasilitasi sekretariat panwascam. Sekaligus penugasan dua orang PNS yang akan menjalankan tugas sebagai kepala sekretariat dan bendahara pengeluaran pembantu,” tambah Ketua Bawaslu Parepare.

Sementara itu, Sekda Parepare Iwan Asaad mengatakan, prinsip dari Pemkot, itu memiliki tanggung jawab membantu mensukseskan terselenggaranya Pemilu dan pemilihan.

“Permintaan fasilitas PNS untuk yang akan diperbantukan di lembaga agar bisa maksimal, namun harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Iwan Asaad menyebut masih mencari aset Pemkot Parepare, untuk bisa dijadikan sekretariat Panwascam.

“Untuk Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan, sementara mencari aset Pemerintah Daerah Kota Parepare, yang tidak digunakan dan dapat di jadikan Kantor Panwaslu Kecamatan,” tandasnya. (hsl)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: