DPRD Parepare Sosialisasi Perda Perencanaan Pembangunan

PAREPARE,SERATUSNEWS — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama pemerintah Kota Parepare menggelar sosialisasi peraturan daerah dan perundang-undangan Perda nomor 2 tahun 2020, Senin, 14 Juni 202, di Hotel Pariwisata, Kota Parepare.

Sosialisasi Perda tentang sistem perencanaan pembangunan daerah ini dibuka Wakil Ketua DPRD Kota Parepare H Tasming Hamid SE MH didampingi Andi Ilham mewakili dari pemerintah daerah.

Tasming Hamid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Perda ini disosialisasikan sekaligus meminta masukan dari masyarakat untuk kepentingan atau kebutuhan masyarakat. Sehingga pembangunan nantinya menjadi singkron dengan kebutuhan masyarakat kota Parepare.

“Kita berharap usulan-usulan masyarakat ini bisa tercover semua. Kami di DPRD bertugas mengusulkan ke Pemerintah daerah sebagai mitra kerja dalam menyusun pembangunan,” ujar TSM akronim nama Tasming Hamid.

Namun demikian dari semua usulan yang masuk tentu ada yang dijadikan prioritas jika semuanya tidak tercover. Demikian juga pelaksanaannya tidak langsung dikerjakan namun harus melewati proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya proses tender dan lainnya.

Senada disampaikan Andi Ilham bahwa perda yang disosialisasikan ini merupakan turunan dari amanat UU nomor 25 tahu. 2007 tetang perencanaan nasional. “Pemerintah daerah wajib membuat Perda dari turunan UU nomor 25 tahun 2007 ini,” terangnya.

Ilham menjelaskan, terdapat sejumlah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan usulan dari masyarakat, diantaranya dari legislator melalui reses atau temu konstituen yang ditampung melalui usulan DPRD nantinya. Kemudian dari pihak eksekutif atau pemerintah daerah mengumpulkan usulan melakui musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tingkat kelurahan dan kecamatan, kemudian ditambah Musrembang anak, perempuan dan disebilitas, lalu dirampungkan pada musrembang tingkat Kota.

Hasil musrembang ini harus juga disingkronkan dengan Renja (rencana kerja) yang sifatnya tahunan. Kemudian ada Restra (rencana strategis), hingga rencana jangka panjang yang disingkronkan dengan pembangunan nasional.

“Intinya mendapatkan masukan dari Musrembang dan reses. Yang kemudian disepakati oleh DPRD dan Pemerintah Kota untuk dilakukan pembangunan,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Next Post

BMKG : Gempa M 6,3 Tojo Una-una dan Banggai, Dipicu Sesar Aktif Dasar Laut

Sen Jul 26 , 2021
SERATUSNEWS.ID, TOJO UNA-UNA — Gempa bumi dengan magnitudo 6,3 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Tojo Una-una dan Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Senin malam (26/7/2021), sekira pukul 19.09.07 Wita. Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan, episenter terletak pada koordinat 0,77° LS; 121,95° […]

Kategori

%d blogger menyukai ini: