PAM Tirta Karajae Berharap Warga Tidak Menggunakan Air Tanah Secara Berlebihan

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Penggunaan air tanah secara berlebihan itu bisa menyebabkan kerugian terhadap lingkungan dan materi yang cukup besar seperti penurunan jumlah debit air, penurunan muka air tanah, intrusi air laut, dan penurunan mutu air tanah.

Untuk itu Manager Tekhnik PAM Tirta Karajae Parepare, La Odi berharap agar warga lebih bijak dalam penggunaan air tanah yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan masyarakat.

“Eksploitasi air tanah berlebihan akan menyebabkan kerugian lingkungan dan materi yang cukup besar seperti penurunan jumlah debit air, penurunan muka air tanah, intrusi air laut dan penurunan mutu air tanah,” katanya, Rabu (20/12/2023).

Upaya mencegah dampak dari pemerintah dalam hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : 291.K/GL.Di/MEM.G/2023 Tanggal : 14 September 2023 Tentang Standar Penyelenggaraan Persetujuan Penggunaan Air Tanah.

“Jadi, standar pelayanan persetujuan penggunaan air tanah untuk pemohon debit penggunaan air tanah kurang dari atau sama dengan 2 (dua) liter perdetik dari 1 (satu) sumur bor/gali, harus bermohon surat,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada para pengembang atau developer, hotel restoran, usaha galon dan masyarakat pada umumnya yang menggunakan sumur bor untuk mematuhi Peraturan Menteri ESDM tersebut.

“Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan penggunaan air dan melestarikan lingkungan dengan baik demi keberlangsungan hidup anak-anak cucu kita ke depannya,” tandasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK