Bulan Maulid, Harga Telur di Kota Parepare Ikut Terdampak

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE Di Sulawesi Selatan (Sulsel), peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tak lengkap rasanya tanpa adanya telur yang dipadu dengan nasi ketan atau masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah sokko.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, telur yang menjadi salah satu pilihan utama dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid-masjid, harganya ikuti terdampak.

Pantauan seratusnews.id, pada Senin (10/10/2022) di Pasar Lakessi Parepare, harga telur ayam rasa kini mengalami kenaikan dari Rp 40ribu per rak, menjadi Rp 45ribu per rak.

“Iya, harga telur mulai naik. Harga telur yang saya jual, itu sesuai besarannya. Sekarang ukuran agak kecil itu harganya Rp 48ribu per raknya sebelumnya Rp 40ribu per raknya, dan kalau yang besar itu Rp 50ribu per rak,” jelas salah seorang pedagang telur, Husni.

Husni mengaku, dirinya memperoleh stok telur dari Kabupaten Sidrap, dengan harga Rp 45ribu per raknya untuk ukuran kecil, sedangkan yang ukuran besar, itu seharga Rp 48ribu per rak.

“Telur dari Sidrap saya ambil, harganya itu Rp 45 ribu per raknya, dan kami jual Rp 48ribu per rak, sedangkan yang besar itu kami beli dari peternakan Rp 48ribu per rak,” katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Santi mengatakan, harga telur mulai naik sebelum Maulid dan sekarang naiknya rata-rata Rp 3ribu per raknya.

“Mulai naik, kemarin harganya Rp 40ribu per rak, sekarang sudah naik Rp 48ribu per raknya, itu ukuran kecil dan paling besar itu Rp 53ribu per raknya,” katanya.

Santi mengeluhkan jika pembeli mendengar harga yang begitu tinggi, biasanya langsung mencari tempat lain padahal harganya sama.

“Alhamdulillah pembeli agak ramai selama perayaan Maulid, tapi begitu pembeli dengar harga tinggi, mereka biasanya langsung cari penjual lainnya,” jelasnya. (hsl)

Tinggalkan Balasan

Next Post

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

Sen Okt 10 , 2022
SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meminta kepada masyarakat agar waspada gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah di sejumlah perairan Indonesia, pada 10-11 Oktober 2022. “Waspada gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia,” ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo, pada Senin […]

You May Like