Bawaslu Sulsel Terus Genjot Sosialisasi Pemilu ke Generasi Milenial

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terus melakukan sosialisasi tentang Pemilihan umum (Pemilu) ke generasi milenial.

Pada Pemilu tahun 2024, diprediksi jumlah pemilih pemula akan meningkat.

Saat dihubungi, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Kordiv Humas) Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menyebutkan, keterlibatan partisipasi pemilih pemula akan menentukan masa depan demokrasi.

“Tentu keterlibatan partisipasi pemilih pemula, mereka ini menentukan masa depan bangsa, jumlah mereka sangat signifikan,” jelasnya.

Saiful Jihad juga mengatakan, generasi milenial ini pikirannya terbuka dan akan menentukan pilihan yang lebih baik.

“Jadi, kehadiran mereka untuk datang memilih itu penting, dan jangan katakan saya tidak peduli lagi,” kata Kordiv Bawaslu Sulsel.

Tak hanya itu, Saiful juga menuturkan, pemilih pemula bukan hanya sekedar memilih namun mengawal proses demokrasi agar berjalan lebih baik.

“Mereka bisa menjadi agen-agen, informasi mana yang penting untuk diperhatikan di masyarakat,” jelasnya.

“Soal politik uang, penyebaran informasi hoax, isu sara, dan isu-isu lain yang dianggap norma-norma sesuai regulasi pemilu,” sambungnya.

Kordiv Humas Bawaslu Sulsel juga berharap generasi pemilih pemula untuk bersuara dan menjadi duta pemilih yang paham betul tentang regulasi pemilu.

“Kita harapkan dari generasi muda ini bisa menyuarakan, dan menjadi duta-duta pemilih yang betul-betul paham pentingnya pemilu,” jelasnya.

Generasi milenial lanjut Saiful, tentu harus mengawal selama berprosesnya Pemilu 2024 mendatang.

“Mereka juga paham mengawal proses mengawal demokrasi, minimal untuk tidak ambil bagian dari mata rantai politik uang di daerah,” tambahnya.

Dia pun berharap ke pemilih pemula yang jumlah yang paling signifikan untuk melakukan minimalisir pelanggaran-pelanggaran pemilu.

“Semua ini mereka diharapkan di pemilih pemula, minimal tidak melakukan pelanggaran, maka kualitas pemilu kita semakin cerah,” jelasnya.

Saiful juga mencontohkan jika generasi milenial melihat keluarganya menerima amplop dari salah seorang calon mampu memberikan teguran.

“Kalau mereka kembali ke rumah melihat orang tuanya menerima amplop dari salah seorang calon, mereka bisa menyampaikan jangan diambil, itu hal yang tidak benar dan tindakan politik uang merupakan perlakuan haram untuk agama dan dilarang undang-undang,” tutupnya. (*/hsl) 

Tinggalkan Balasan