Keren! Perempuan Asal Parepare Ini Wasit Badminton Internasional

SERATUSNEWS.ID, BULUTANGKIS — Salah satu cabang olahraga yang paling diminati oleh masyarakat selain sepakbola, adalah bulutangkis atau yang juga biasa disebut badminton.

Olahraga yang satu ini telah mendunia, dan juga banyak diminati oleh lapisan masyarakat di Indonesia, baik kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

Maka tak heran, jika Tm Nasional (Timnas) Indonesia, kerap mengikuti kejuaraan bulutangkis di tingkat Internasional. Baik itu tunggal, hingga ganda campuran telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan.

Selain itu, kebanyakan di antara kita sebagai penggemar olahraga bulutangkis, jarang mengulik sosok wasit asal Indonesia yang terpilih atau diundang memimpin turnamen.

Ternyata Indonesia tak hanya punya segudang pemain yang sukses pada cabang olahraga bulutangkis ini, namun banyak juga wasit yang lahir setelah mengikuti sederet ujian kompetensi, dan lolos untuk memimpin jalannya pertandingan badminton ini.

Memang jika dipikir, tak mudah menjadi seorang yang bisa memimpin turnamen di tingkat nasional hingga Internasional. Karena harus memiliki tingkat keadilan dan kecakapan berkomunikasi dengan orang asing yang menjadi standar utama yang harus diketahui sebelumnya.

Patut dibanggakan, ternyata ada seorang warga Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang terpilih sebagai wasit berkelas internasional.

Sosok itu, yakni perempuan berhijab bernama Andi Purnama, ia merupakan kelahiran Parepare 17 Oktober 1979. Saat ini dirinya telah malang melintang sebagai wasit Internasional hampir di segala turnamen bulutangkis.

Andi Purnama menceritakan, kisahnya sebelum menjadi wasit laga bulutangkis nasional dan Internasional ini, berawal saat di bangku kuliah.

“Awalnya menggeluti Cabang Olahraga (Cabor) bulutangkis. Mulai dari tugas mata kuliah praktek bulutangkis, itu kami diwajibkan untuk memimpin pertandingan, baik di klub-klub ataupun di kampus. Minimal 100 kali memimpin, dan itu harus dibuktikan dengan 100 lembar Scoresheet,” ujarnya.

Dari sanalah Andi Purnama terus menerus memimpin pertandingan. Karena saat kuliah, ia sering menjadi wasit ketika dosen bertanding atau latihan, dan setelah itu diberi uang saku.

“Sebenarnya dari sini keterusan karena terkadang mimpin dosen bertanding langsung, terus biasanya kami diberi uang 100 ribu rupiah, itu waktu tahun 2000 lalu,” jelasnya.

“100rb masih lumayan sekali, jadi saya pikir wah boleh ini digeluti jadi wasit, biar dapat tambahan uang saku,” jelasnya.

Perempuan yang lahir di Parepare ini mengungkapkan, dirinya hingga saat ini bisa menjadi wasit badminton Internasional, itu memiliki proses yang sangat panjang.

“Untuk bisa terpilih jadi wasit Internasional butuh proses yang panjang, mulai dari mengikuti penataran wasit tingkat Kabupaten/Kota yang memimpin langsung pada kejuran tingkat kota serta kejuaraan tingkat kabupaten,” jelasnya.

Setelah itu, sambung Andi Purnama, dirinya lalu mengikuti penataran wasit bulutangkis tingkat provinsi dengan ujian praktek memimpin di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).

“Dan jika terpilih mewakili provinsi untuk mengikuti ujian wasit Nasional B, yang memilki tanggungkawab memimpin di Kejuaraan Nasional atau Sirkuit Nasional,” sambungnya.

Tak sampai disitu, Purnama mengatakan, setelah lulus dari sebelumnya, maka akan ada penunjukkan dari Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), untuk mengikuti ujian wasit nasional A yang memimpin langsung pertandingan level internasional.

“Sekelas Challenge, atau dulu saya ujian prakteknya di Indonesia Open, tapi belum level Indonesia Super Series 1000,” katanya.

Usai lulus terbaik wasit Nasional A, kata Purnama, maka akan langsung dinominasikan mengikuti ujian tingkat Asia Accredited.

“Asia Accredited, merupakan ujian prakteknya memimpin langsung di Kejuaraan Asia Under 19. Kalau lulus, maka diberi waktu satu sampai dua tahun untuk mempersiapkan diri mengikuti Ujian Wasit ASIA Certificated atau ujian praktek di Badminton ASIA Championship,” lanjut Purnama.

Dia juga mengatakan, untuk saat ini, sebelum berangkat mengikuti ujian di Asia Certificated, terlebih dahulu seleksi Apraisal oleh Badminton Asia.

“Ujian prakteknya di kejuaraan Open, kalau lolos maka mempersiapkan diri untuk ujian teori dan praktek di kejuaraan Badminton Asia Team Championship, atau Badminton Asia Championship,” ujarnya.

Perjalanannya menjadi wasit Internasioal, Andi Purnama mengikuti semua ujian mulai dari teori hingga prakteknya.

“Untuk teori ada passing gradenya,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, jika alur menjadi wasit di tingkat Internasional, itu setelah mengikuti sertifikat Asia, maka sudah bisa memimpin kejuaraan tingkat Asia. “Misalnya turnamen Malaysia Open, China Open, dan sebagainya,” jelasnya.

Usai diberi waktu 1 hingga 2 tahun, maka akan dipanggil lagi untuk mengikuti ujian seleksi Badminton World Federation (BWF).

“Kemarin saya sudah melewati tahapan ini, sudah seleksi tingkat Asia mengikuti wasit BWF Accredited di Denmark, dan saya yang mengikuti ujian praktek di turnamen Denmark Open 2019 lalu, tapi saya gagal karena nilainya tidak sampai 90, nilai saya hanya 81,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan, dirinya kembali mendapat undangan dari Badminton Asia, untuk mengikuti ujian. Namun, namun ia tidak memenuhi panggilan itu.

“Kemarin saya dapat undangan lagi dari Badminton Asia, tapi denga pertimbangan berbagai hal termasuk pekerjaan di kantor, jadi saya tidak memenuhi undangan itu,” jelasnya.

Salah satu alasan tidak menindaklanjuti undangan itu, Purnama menuturkan, jika tidak lolos lagi pada ujian itu, maka tidak ia tidak akan mendapatkan lagi kesempatan selanjutnya.

“Karena kalau gagal berarti saya sudah tidak ada lagi kesempatan. Begitulah ketat dan susahnya ujian jika ingin menjadi wasit profesional di dunia bulutangkis,” tuturnya.

Jika berbicara jam terbang, Andi Purnama tidak diragukan lagi dalam memimpin turnamen bulutangkis di tingkat nasional, begitu pun dengan Internasioal.

Purnama menjadi wasit SIM Invest Indonesia Open 2020 Bali, Hakim Garis di BWF World Tour Final 2020 Bali, terakhir 17-22 Mei Thailand Open 2022 dan partai final Ganda Putri di Thailand Open 2022.

Saat ini, Andi Purnama tengah bersiap untuk menjadi wasit di Indonesia Open 2022, dan Indonesia Master 2022 yang digelar di Istora Senayan Jakarta. (hsl/ag)

Tinggalkan Balasan

Next Post

Beri Kenyamanan Bagi Masyarakat Menuju Anjungan Cempae, Pemkot Parepare Rehabilitasi Jalan Sepanjang 8.392 Meter

Ming Jun 12 , 2022
SERATUS NEWS. ID, PAREPARE — Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPUR), melakukan rehabilitasi jalan untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat yang hendak mengakses menuju ke Ajungan Cempae, Soreang. Rehabilitasi akses jalan sepanjang 8.392 meter itu, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 sebesar Rp. […]

You May Like