Cegah Covid-19, Angota DPRD Parepare Andi Fudail Harap Perlu Ada Langkah Tegas Pengawasan di Pelabuhan

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Data terakhir dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Corona (Covid-19) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, ada 155 Orang Dalam Pemantauan (OPD), 64 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta 13 pasien dinyatakan positif corona.

Data tersebut bukan tidak mungkin akan terus bertambah jika langkah-langkah yang lebih ekstreme tidak dituangkan dalam kebijakan untuk upaya menekan penyebaran virus yang mematikan ini.

Dari pantauan seratusnews.id, aktivitas di Pelabuhan Parepare misalnya, mobilitas bongkar muat penumpang masih nampak ramai, padahal pelabuhan di Parepare adalah salah satu pintu masuk warga pendatang dari wilayah Malaysia.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Parepare Andi Muhammad Fudail mengatakan, perusahaan pelayaran yang saat ini masih melakukan operasional bongkar muat penumpang, harus punya jiwa besar menyelamatkan bangsa ini dengan menghentikan sementara waktu pelayaran degan memuat manusia.

“Karena kami anggap perpindahan orang sekarang ini adalah dasar utama berpindahannya pula virus tersebut,” kata Andi Muhammad Fudail, Sabtu (28/3/2020).

Andi Fudail juga sangat mengapresiasi langkah cerdas yang diambil salah satu perusahaan pelayaran di Parepare yang melakukan penyemprotan cairan desinfektan terhadap seluruh penumpang serta barang bawaannya dan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang yang turun dari kapal.

“Tapi penyemprotan itu adalah langkah mengantisipasi awal akan virus itu melekat di tubuh, pakaian dan bahkan barang bawaan. Namun bagaimana degan kapal yag lainnya, kami belum pernah melihat mereka melakukan hal tersebut,” kata legislator dari PKB ini.

Untuk itu Andi Muhammad Fudail meminta kepada pihak Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Pelindo Parepare, serta perusahaan pelayaran lainnya, agar membuat standar kesepakatan untuk langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Ketika disinggung terkait warga pendatang yang masuk ke Kota Parepare dan bermukim sementara waktu. Dirinya meminta agar mereka yang ingin menginap di Parepare dalam jangka waktu sementara, diminta dengan kesadaran dirinya untuk melapor atau menyampaikan kepada pihak terkait agar dilakukan pemantauan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Komite Medik RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Mahyuddin Rasyid meminta kepada seluruh pihak agar terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap Covid-19 yang menyebar sporadis atau menyebar dengan secara cepat di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

“Jadi memang arahan dari pusat bahwa secara nasional kita harusnya punya kesiapsiagaan segala potensi yang ada, termasuk rumah sakit untuk penanganan Covid-19 ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, salah satu rujukan yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk menangani Covid-19 ini, adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare.

“Mengingat letak geografis Kota Parepare yang strategis, sebab di sini terdapat pelabuhan, maka dari itu, kita perlu langkah pencegahan, jangan sampai ada satu yang terkena,” kata dr. Mahyuddin.

Penyebaran Covid-19 ini, kata Mahyuddin, ibarat fenomena ‘gunung es’, sebab jika sudah ada satu orang yang terinfeksi, maka mungkin akan ada ratusan orang di bawahnya yang juga akan ikut terinfeksi.

“Mengingat virus itu dia menyebar melalui bersin misalnya atau batuk. Maka itu masyarakat juga tetap diminta untuk menjaga pola hidup sehat misalnya dengan cuci tangan sebelum makan, penggunaan masker, atau menghindari kontak dengan orang-orang yang dari luar,” jelasnya.

Seperti diketahui bahwa, setelah adanya kasus penyebaran Covid-19 ini, maka sejumlah negara termasuk Indonesia, kini menyiagakan teknologi Thermal Scanner di bandara dan pelabuhan untuk memantau suhu badan penumpang.

Thermal Scanner berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh manusia. Apabila ada seseorang yang demam, maka akan diketahui oleh petugas bandara atau pelabuhan.

Ketika disinggung dengan adanya penggunaan teknologi Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu badan para penumpang yang turun melalui bandara atau pelabuhan, dr. Mahyuddin mengatakan, hal itu tidak bisa menjadi jaminan. Sebab, menurut dia, bisa saja orang yang suspec Coronavirus atau yang positif sebelum turun dari pesawat atau kapal, dirinya sudah mengkonsumsi obat penurun panas. (*/ag)

Tinggalkan Balasan

Next Post

Menekan Angka Imported Case Covid-19, Gubernur Sulsel Meminta Kurangi Arus Lalulintas di Pelabuhan

Sab Mar 28 , 2020
SERATUSNEWS.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh Bupati, Wali Kota serta unsur Forkopimda agar terus update laporan kondisi percepatan penanggulangan virus Corona (Covid-19) di daerah masing-masing. “Kemarin kami melakukan video conference bersama seluruh Bupati, Walikota dan Forkopimda Sulawesi Selatan melaporkan kondisi masing-masing daerahnya,” kata […]

You May Like