Penemu Patung Manusia di Pinrang Bakal Dapat Kompensasi Jika Temuannya Itu Merupakan Benda Cagar Budaya

SERATUSNEWS.ID, PINRANG — Penemu patung yang berbentuk manusia, bakal mendapat kompensasi dari Pemerintah jika barang temuan itu termasuk cagar budaya dan dikategorikan barang langka.

Arkeolog Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan (Sulsel) Iswadi mengatakan, terkait cagar budaya diatur dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2010, khususnya pada pasal 23 ayat 1-4 yang menyebutkan, jika ditemukan sesuatu yang diduga cagar budaya, maka penemu harus melaporkan penemuannya itu kepada pihak BPCB, Balai Penelitian Arkeologi, maupun pihak Kepolisian dan instansi yang menangani cagar budaya seperti Dinas Pendidikan dan kebudayaan.

“Laporan itu harus kurang dari 30 hari setelah benda itu ditemukan,” kata Iswandi saat ditemui oleh seratusnews.id di lokasi penemuan Jalan Melati, Kelurahan Penrang, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulsel, pada Rabu (12/2/2020) sore.

Dia mengatakan, jika penemuan itu terbukti sebagai cagar budaya, dan tergolong barang langka, maka penemu atau pemilik barang tersebut berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

“Jadi harus dibedakan antara penemuan dengan pencarian,” kata Iswadi.

Pemberian kompensasi itu menurut Iswadi diberikan setelah benda yang diduga cagar budaya ini sudah direkomendasikan balai yang berwewenang seperti BPCB.

“Benda itu kemudian diamankan di museum atau di dinas terkait,” jelasnya.

Apabila benda tersebut kata Iswandi, banyak ditemukan,dan bukan merupakan barang langka, maka pemilik barang itu diperbolehkan menyimpannya tanpa ada kompensasi di dalamnya.

Menurut dia, untuk membuktikan patung yang menyerupai manusia ini, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut .

Sementara kata dia, untuk lokasi penemuan, apakah dilakukan penggalian untuk mencari benda-benda serupa yang lain, atau tidak, masih dilakukan penelitian data-data yang ada.

“Jika memang dibutuhkan, maka akan di rekomendasikan untuk dilakukan penggalian, jadi tergantung dari hasil pengolahan data yang ada,” katanya.

Sebuah patung yang menyerupai manusia sepanjang 120 sentimeter dan lebar 38 sentimeter itu ditemukan Syahdan seorang buruh bangunan saat menggali pondasi rumah.

Patung ini sendiri dinilai uni karena memiliki jambul, sehingga berbeda dengan benda serupa yang ditemukan di wilayah Sulsel dan Sulbar. (sr/ag)

Tinggalkan Balasan

Next Post

Lantik 376 Pejabat, Bupati Sidrap: Pelajari Tugas-tugasnya di Tempat yang Baru

Rab Feb 12 , 2020
SERATUSNEWS.ID, SIDRAP — Bupati Sidrap, H Dollah Mando melantik dan mengambil sumpah Sebanyak 376 pejabat eselon III dan IV lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap, Rabu sore (12/2/2020). Adapun perinciannya, 85 pejabat eselon III dan 291 pejabat eselon IV. Bupati Sidrap, H Dollah Mando dalam kesempatan itu mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat […]

You May Like