Begini Cara Pengolahan Air Laut Menjadi Air Siap Minum di Pulau Barrang Caddi Makassar

SERATUSNEWS.ID, MAKASSAR — Teknologi kembali menjadi solusi bagi permasalahan ketersediaan air di Indonesia. Kali ini sejumlah pulau-pulau kecil di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan mengimplementasikan unit pengolah air laut menjadi air siap minum.

Bahkan unit pengolahan air hasil rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi BPPT ini, kini sudah mulai dioperasikan di Pulau Barrang Caddi Makassar. Praktis, dengan adanya teknologi pengolahan air laut menjadi air siap minum ini, sangat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak minum.

Gubernur Sulsel H.M Nurdin Abdullah saat meresmikan penggunaan teknologi pengolahan air siap minum belum lama ini mengatakan,
air minum yang dihasilkan rasanya segar. Masyarakat yang ikut menyaksikan pun antre untuk mencoba air laut siap minum tersebut.

Kepala Bidang Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan BPPT Rudi Nugroho, seperti dikutip pada laman resmi BPPT mengungkapkan, ada empat tahapan dalam proses pengolahan air laut menjadi air siap minum ini, empat tahapan itu adalah pengalihan sumber air, pre filtrasi, reverse osmosis dan terakhir sterilisasi untuk menghilangkan bakteri agar siap diminum.

“Air laut diambil dari lokasi yang bersih atau biasanya dekat pelabuhan dengan pompa untuk kemudian diproses pre filtrasi. Lalu masuk ke proses reverse osmosis  agar garam terpisah, kemudian air bisa langsung dinikmati. Masyarakat dapat langsung minum dan bahkan juga bisa langsung mengisi ke galon air minum,” jelas Rudi.

Produk instalasi pengolah air laut ini, tambah Rudi, dapat juga langsung masuk galon. Dari hasil uji alat ini diperoleh data yakni debit yang bisa dicapai adalah 360 liter perjam atau setara 18 galon perjam.

Diana, salah seorang warga Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Makassar, kini tak perlu khawatir lagi dengan ketersediaan air bersih di rumahnya, karena pulau yang berbentuk memanjang timur laut-barat daya dengan luas sekira 4 hektare dan berjarak 11 kilometer dari pusat Kota Makassar, kini memiliki bak penampungan air siap minum.

Diana mengaku, Gubernur Sulsel telah memberikan perhatian penuh terhadap dirinya beserta warga Pulau Barrang Caddi lainnya dengan ketersediaan air siap minum ini.

“Padahal kami disini sudah dijanjikan sejak 10 tahun yang lalu. Kami di sini kesulitan air bersih, selama ini kami beli air dari kota (Makassar) empat kali satu minggu,” kata Diana.

Sementara itu, Gubernur Sulsel H.M Nurdin Abdullah berjanji akan terus berupaya memberikan perhatian penuh terhadap masyarakat Sulsel, khususnya di pulau-pulau.

Hal ini ia telah dibuktikan setelah memberikan kebutuhan dasar masyarakat yang hidup di pulau-pulau dengan meresmikan air siap minum. Peresmian ini akan terlebih dahulu dilakukan di Pulau Barrang Caddi, Makassar dan rencananya akan berlanjut pada pulau-pulau lainnya seperti di Pulau Barrang Lompo, selain itu, ke depannya instalasi pendistribusian air siap minum ini juga akan dibangun hingga ke rumah-rumah milik warga.

“Sudah sejak lama masyarakat di pulau-pulau yang ada di wilayah Makassar, kesulitan air bersih, kami datang ke salah satu pulau yaitu Pulau Barrang Caddi untuk meresmikan teknologi pengolahan air laut siap minum atas kerja sama dengan BPPT,” jelasnya.

Unit pengolah air laut menjadi air siap minum ini, memproduksi 5.000 liter perhari dari 3.000 liter kebutuhan warga yang ada di Pulau Barrang Caddi.

Dengan adanya unit pengolahan air laut menjadi air siap minum ini, maka sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Barrang Caddi, sehingga warga tidak perlu lagi masak air tapi langsung diminum. (*/ag)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK