OPINI : Ibuku Pahlawan

Oleh: Abdillah.Ms

Ketika mendengar kata ibu, apa yang ada dibenak anda? Pertanyaan tersebut yang menggelayut dalam pikiran saya ketika memulai tulisan ini, dan Jawaban yang saya temukan, ibu adalah sosok perempuan yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang yang tulus. Dan Jika anda ditanya dalam ujian nanti, siapa yang anda anggap sebagai sosok seorang pahlawan? Sudah semestinya kita harus menjawab “Ibu”. Adakah diantara kita yang telah mengangkat ibu sebagai sosok seorang pahlawan dimuka bumi ini? Sebab, sepertinya kita terkadang lupa bahwa ibulah yang pantas kita puja sebagai sosok pahlawan. Makanya, terasa tepat jika ini menjadi bahan renungan buat kita semua.

Bagi saya, ibu itu meggambarkan suatu kasih sayang yang tulus, jika saya ingat tentang ibu, terbayang sosok perempuan tua yang duduk bersimpuh dan mengangkat kedua tangannya dihadapan Ilahi. Seraya melantunkan bait-bait doa, dan sesekali meneyebut namaku. Dialah ….. “Ibu”…. !!!! Setiap saat ibu mendoakan saya, waktu dan usianya seakan hanya ia habiskan untuk saya sebagai anaknya, walau dengan pengorbanan dan perjuangan yang tulus. Oleh karena itu, makna kelembutan, kasih sayang, akan senantiasa tidak lepas dari arti kehadiran seorang ibu.

Jika kita meneyepelehkan inti dari kelembuatan dan kasih sayang yang tulus dari sosok perempuan yang bernama ibu, sepertinya kita telah menafikan keberadaan kita sebagai seoarang manusia dimuka bumi ini. Karena dari hal inilah kita dapat membedakan antara kaum lelaki dan perempuan. Ibulah yang telah mengandung kita dalam rahimnya selama kurang lebih sembilan bulan lamanya. Ibu telah mengalirkan dirinya yang suci dalam aliran-aliran darah kita. Kelembutan cinta ibulah yang menjadi bagian terpenting dari asal muasal kita dimuka bumi ini.

Banyak diantara kita mungkin masih memaknai secara simbolik, sosok seorang perempuan itu identik sebagai kaum yang lemah, atau dengan kata lain hanya laki-laki sajalah sosok manuasia yang perkasa. Pandangan seperti ini tidaklah selamanya benar, karena bagi saya, karakter yang dimiliki oleh kaum lelaki ada pula pada diri seorang perempuan. Hanya saja faktor bilogis yang menjadi pembeda antara kaum lelaki dan perempuan.

“Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintangan demi aku anakmu. Ibuku sayang masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah.Seperti udara, kasih yang engakau berikan, tak mampu kumembalas ibu”. Penggalan lagu ini menjelaskan bahwa betapa besar pengorbanan sosok seorang ibu, Terkadang dengan segala kemampuan yang ibu miliki dikerahkan demi kita anak-anaknya, maka sosok perempuan yang bernama ibu mampu berbuat setara dengan laki-laki.

Dalam sejarah perjalanan kita dimuka bumi ini cukup banyak sosok perempuan yang tampil sebagai tokoh hero, salah satu diantaranya tersebut nama Cut Nyak Dien, seorang tokoh perempuan di Aceh yang tampil ke medan peperangan melawan penjajahan Belanda.

Yang penting untuk kita harus pahami bersama, bahwa pada kenyataannya perbedaan yang dimiliki oleh kaum lelaki dan perempuan dalam mengekspresikan cinta dan bentuk emosi lainnya bukan karena perempuan secara natural lebih “emosional” dan laki-laki lebih “rasional”, atau mengaggap hal ini sebagai suatu takdir dimana perempuan secara natural lebih “terbuka” dan laki-laki “takut terbuka”. Sebenarnya tidak ada perbedaan atas hal ini antara perempuan dan laki-laki dalam emosi.

Sudah tidak sepantasnya di era kekinian kita masih menempatkan kaum perempuan sebagai kaum yang lemah, hanya saja, jiwanya sebagai ibu mestinya tetap mendominasi cara berfikir dan bertindaknya. Sebab, sekeras apa pun yang namanya perempuan, ia tetap memiliki kelembutan cinta seoarang ibu, dan seharusnya kita tidak ragu lagi megakui bahwa ibu adalah sosok pahlawan di muka bumi ini, karena dari rahim seorang ibulah terlahir manusia yang akan menjadi generasi penerus bangsa. (*)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK