BMKG : 26 Desember 2019, Indonesia Akan Dilintasi Gerhana Matahari Cincin

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Tanggal 26 Desember 2019 mendatang, masyarakat Indonesia kembali akan disuguhkan fenomena alam berupa gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya natahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Fenomena yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan matahari, bumi, dan bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.

Sementara gerhana matahari cincin, itu terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat berada satu garis. Saat itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari, sehingga saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengah dan terang pada pinggirannya.

Dikutip pada akun twitter @infoBMKG, Ahad (22/12/2019), durasi cincin terlama akan terhadi di Selat Panjang, Riau, yakni sekira 3 menit 38,9 detik. Sementara itu lokasi di permukaan bumi yang durasi cincinnya paling lama atau disebut ‘Greatest Duration’ (GD) berada di Selat Karimata dengan durasi cincin mencapai 3 menit 40,0 detik.

Menurut prakiraan BMKG, ada 25 kabupaten/kota di tujuh provinsi yang akan dilintasi fase gerhana matahari cincin. Sementara gerhana yang teramati dari Sulawesi Selatan, adalah gerhana matahari sebagian. Fase yang bisa diamati hanya kontak pertama, puncak gerhana, dan kontak keempat.

Secara umum, gerhana di Sulsel akan dimulai pukul 12.26 Wita, puncak gerhana pada pukul 14.15 Wita, dan berakhir pukul 15.47 Wita.
Nah yang ingin melihat langsung gerhana matahari cincin.

Pihak BMKG menyarankan untuk menggunakan kacamata khusus atau dapat mengunjungi https://t.co/8lMwo8vC1I untuk nonton streaming pengamatan yang dilakukan oleh tim BMKG. (*/ag)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK