BLH Pemuda Pancasila Parepare Akan menggelar Kegiatan Susur Sungai Untuk Meminimalisir Potensi Banjir

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Dalam waktu dekat ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemuda Pancasila Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan menggelar kegiatan susur sungai untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir.

Ketua BLH Pemuda Pancasila Kota Parepare Amri Kalbu mengatakan, potensi banjir bisa saja terjadi apabila tidak ada antisipasi sejak dini, untuk itu pihaknya merasa terpanggil melakukan aksi susur sungai untuk meminimalisir potensi terjadinya banjir.

“Kita tidak boleh berpangku tangan menunggu banjir bandang terjadi, untuk itu ayo teman-teman, kita lakukan gerakan susur sungai,” kata Amri Kalbu.

Kegiatan ini rencananya akan melibatkan komunitas pecinta alam lokal yang akan menyusuri sungai dari hulu ke hilir.

“Jadi kami akan berangkat menyusuri sungai hingga ke hulu, dan rencanya kami akan menyusuri Sungai Karajae dan manakala ada tanda banjir bandang, maka kami akan segera singkirkan, misalnya pembendungan kayu-kayu dan batu atau longsoran yang menutup alur sungai,” jelasnya, saat ditemui seratusnews.id, Ahad (22/12/2019).

Selain itu, kata Amri Kalbu, jika dalam kegiatan ini ditemukan adanya potensi positif, maka akan dicatat untuk dikembangkan ke depan buat wisata, atau sumber energi bagi masyarakat.

Dihubungi terpisah, Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Parepare Fadly Agoes Mante, sangat mengapresiasi rencana kegiatan susur sungai yang akan digelar oleh BLH Pemuda Pancasila Parepare ini.

“Kami sangat mengapresiasi tentang rencana ini, ini adalah bahagian kerja nyata yang dilakukan oleh BLH Pemuda Pancasila Parepare, semoga saja dapat memberi manfaat bagi kita semua,” kata Awienk sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Awienk mengimbau kepada semua pihak, agar bisa menjaga sungai di lingkungan masing-masing, agar tidak menjadi sebab sebuah bencana seperti banjir.

“Dari yang kami amati seperti di daerah Kullang’e, Kecamatan Bacukiki Barat, di sana ada sungai yang ditempati oleh warga untuk membuang sampah, kalau ini dibiarkan terus menerus, maka bisa menjadi salah satu sebab terjadinya banjir,” jelas Awienk.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pihak terkait agar tegas dalam memberi izin bangunan di wilayah-wilayah kritis, misalnya daerah resapan air atau sempadan sungai yang berfungsi sebagai pemulih kualitas air, penyalur banjir, dan pembangkit utama ekosistem flora dan fauna.

“Kami mendorong kepada pihak terkait agar lebih tegas dalam menindak bangunan-bangunan tak memiliki izin terutama di wilayah-wilayah kritis,” katanya.

Pihaknya juga akan mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, untuk melakukan pemetaan atau Mapping potensi aliran sungai yang sudah kritis, agar segera mendapat penanganan. (ag)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK