Aliran Dana Penipuan CPNS di Pinrang Ditelusuri Polisi

SERATUSNEWS.ID, PINRANG — Polisi masih menelusuri kemana aliran dana yang dibayar oleh para tenaga honorer Kategori 2 (K2) bermuara, saat perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pinrang AKP Dharma Perwira Negara mengaku, saat ini pihaknya tengah menelusuri aliran pembayaran berdasarkan pengakuan Hamdan alias Dadang, warga Kelurahan Jaya, Kecamatan Wattang Sawitto, Pinrang yang diamankan polisi.

“Tentu kita telusuri kemana dana tersebut mengalir,” kata dia di Mapolres Pinrang, Kamis (12/12/2019).

Sebelumnya, Resmob Polres Pinrang, mengamankan Hamdan alias Dadang di rumah kontrakannya, di Kampung Jaya, Kelurahan Jaya Kecamatan Wattang Sawitto, atas dugaan penipuan dan Penggelapan terhadap tenaga honorer K2 yang hendak menjadi CPNS.

Tenaga honorer K2 itu bergulir pada tahun 2010 lalu. Ribuan tenaga honorer yang masuk K2, beramai-ramai memasukan berkas untuk CPNS.

Beredar Informasi, tidak sedikit enaga honorer K2 mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi memuluskan langkahnya menjadi CPNS.

Kondisi itu dimamfaatkan, oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk menawarkan jasa kepada para tenaga honorer yang masuk K2 tersebut, dengan dalih diluluskan menjadi CPNS d lingkup Pemkab Kabupaten Pinrang.

Tawaran itu tidaklah gratis, karena oknum tersebut meminta sejumlah uang atas jasa yang ia tawarkan kepada para tenaga honorer,”

“Konon uang itu disetor ke seseorang, dan ini sementara ditelusuri,” Kata AKP Dharma.

Sementara di depan penyidik, terduga pelaku Hamdan alias Dadang mengatakan, uang yang diperoleh dari pelamar CPNS itu disetor kepada seseorang yang dianggap atasan, Karena mereka bekerja dengan sistem jaringan.

Menurut dia, pria yang dianggap atasan itu dikenal melalui seorang temannya, dan ditugaskan untuk merekrut pelamar yang ingin lulus menjadi CPNS.

“Setiap pelamar yang berhasil kami rekrut, kami mendapat imbalan antara Rp1-3 juta, selebihnya disetor ke atasan,” jelasnya.

Karena kata dia, setiap yang berhasil direkrut diharuskan membayar sebesar Rp10 juta sebagai tanda jadi dan pembayaraan awal. Setelah lulus menjadi CPNS, baru akan dibayar penuh.

Bahkan, dirinya mengaku juga menjadi korban dalam jaringan itu, sebab lelaki yang dianggap sebagai atasannya yang mengambil uang, sementara dirinya berhadapan dengan hukum.

Kepala Unit Reserse Ekonomi (Resek) Reskrim Polres Pinrang, Iptu Damianus Rante Balik mengatakan, modus yang digunakan terduga pelaku, dengan cara mendatangi para calon pelamar untuk direkrut dengan tawaran akan diluluskan menjadi CPNS. Namun pada kenyataanya, tidak satupun pelamar yang direkrut dinyatakan lulus.

Sementara kata dia, terduga para pelaku sudah mengambil dan menggunakan uang yang diambil dari korbannya. (sr/ag)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK