Beras Pulu Mandoti Berpotensi Besar Memperoleh Sertifikat IG dari Dirjen HKI

SERATUSNEWS.ID, ENREKANG — Beras Pulut Mandoti, salah satu beras lokal jenis ketan wangi langka yang tumbuh di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekira 1000 Mdpl di Desa Salukanan dan Kendenan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berpotensi mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Hal ini terungkap saat digelar pertemuan dengan
Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia Dirjen HKI di Balai Pertemuan Masyarakat Desa Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Selasa (20/12/2019) kemarin.

Pertemuan yang bertema “Sosialisasi Pemahaman Masyarakat atas Indikasi Geografis Pulut Mandoti” Ini. Dirjen HKI memberi paparan tentang Indikasi Geografis.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 40 peserta dari Pemerintah Provinsi, Satuan Kerja Perangkat Daerah di wilayah Pemkab Enrekang dan masyarakat pemohon IG dari tiga Desa yaitu Salukanan, Kendenan dan Pepandungan ini, bertujuan melindungi potensi alam dalam bingkai produk IG sebagai ciri khas produk Daerah.

Saat tampil sebagai pemateri, perwakilan dari Dirjen HKI Kemenkumham, Idris, memaparkan jika IG adalah suatu tanda yang menunjukkan Daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan.

“IG dimiliki oleh masyarakat penghasil produk khas wilayah, kepemilikan IG tidak dapat diperjualbelikan, dan IG berlaku selama ke-khasan produk masih terjaga serta perlindungan IG diakui secara internasional dan tercantum dalam Trip`s Agreement dan WTO,” jelas Idris.

Lebih lanjut dikatakan, jika manfaat IG dapat mencegah beralihnya kepemilikan hak pemanfaatan produk dari masyarakat setempat kepada pihak lain, serta memaksimalkan nilai tambah produk bagi masyarakat setempat, dan memberikan perlindungan dari pemalsuan produk.

Sejauh ini, Pemkab Enrekang aktif dalam menginventarisasi produk khas Enrekang yang berpotensi untuk memperoleh perlindungan IG dan mengupayakan pendaftarannya. Dimana salah satunya adalah beras Pulut Mandoti, yang hanya dapat tumbuh di wilayah Kabupaten Enrekang. IG Pulut Mandoti diharapkan dapat meningkatkann taraf hidup masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Tanaman Pangan mengatakan, sosialisasi ini adalah upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengangkat Pulut Mandoti ke permukaan sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi kalau sudah mendapatkan Sertifikat IG.

Lebih jauh dijelaskan selain mengharapkan dukungan dan peran serta masyarakat, petani Pulut Mandoti juga telah membentuk penggurus MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) Pulut Mandoti KabupatenĀ Enrekang pada saat sosialisai IG tersebut.

“Dengan adanya sertifikat IG nanti, hak paten Pulut Mandoti bisa keluar, walau dibawa kemanapun tetap namanya Pulut Mandoti,” jelasnya.

Untuk terbitnya IG Pulut Mandoti harus melengkapi dokumen diskripsi yang dipersyaratkan, dokumen deskripsi memuat informasi, termasuk reputasi, kualitas, dan karakteristik barang atau produk yang terkait dengan faktor geografis dari barang dan produk yang dimohonkan Indikasi Geografisnya.

Berita ini telah terbit diĀ 
http:cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/87470/SOSIALISASI-PEMAHAMAN-MASYARAKAT-INDIKASI-GEOGRAFIS-PULUT-MANDOTI-ENREKANG/

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK