Nasib Petugas Kebersihan Parepare yang Gajinya Belum Dibayar, Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat

SERATUSNEWS.ID, PAREPARE — Gelombang aksi unjuk rasa yang menuntut agar gaji 29 petugas kebersihan Kota Parepare, untuk segera dibayarkan terus berlanjut. Senin (9/12/2019), ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Parepare (Gempar) kembali mendatangi Kantor Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Parepare, juga menggelar aksi yang sama, Jumat (6/12/2019). Para pegunjuk rasa ini menilai, petugas kebersihan merupakan aktor utama dalam merawat kebersihan Kota Parepare, dan menghantarkan kota ini meraih beberapa penghargaan, diantaranya adalah piala Adipura yang merupakan supremasi tertinggi di bidang kebersihan dan keindahaan di suatu daerah.

Dalam orasinya pengunjuk rasa mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, segera memberi solusi atas apa yang dialami oleh 29 petugas kebersihan Kota Parepare, yang 9 bulan honornya tak ia terima.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare, H.Iwan Asaad mengatakan, saat ini pihak Inspektorat masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat bersangkutan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, serta petugas kebersihan terkait kepastian SK dan status 29 petugas kebersihan itu.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Inspektorat akan memeriksa sejumlah pejabat DLH yang bersangkutan, bukan hanya itu, petugas kebersihan juga akan diperiksa” ungkap Iwan Asaad kepada sejumlah jurnalis, usai aksi unjuk rasa berlangsung.

Lebih lanjut dijelaskan, Wali Kota Parepare, telah memerintahkan kepada pihak Inspektorat, agar melakukan pemeriksaan yang fokus pada dua pokok permasalahan, yakni mengapa ada petugas kebersihan yang sudah tidak memiliki SK tapi masih bekerja, dan mengapa ada petugas kebersihan yang memiliki SK tapi tidak bekerja.

Iwan berjanji akan terus menelusuri dimana akar masalahnya. Sebab berdasarkan informasi yang ia peroleh, 29 orang petugas kebersihan ini tidak lagi berstatus sebagai tenaga honorer atau pegawai kontrak di DLH. Mereka tidak memiliki SK lagi, sebab perbulan Maret 2019 mereka masuk kelompok yang telah dievaluasi, akan tetapi masih tetap bekerja. Sementara ada petugas kebersihan pengganti yang sudah memiliki SK tapi tidak bekerja.

“Sebenarnya sudah ada SK baru untuk petugas kebersihan yang baru pengganti mereka. Tapi dalam perjalanannya, mereka masih tetap bekerja, dan sekarang menuntut gaji. Sementara penggantinya yang sudah memiliki SK tetapi tidak bekerja, tidak mungkin kita bayar juga mereka yang tidak bekerja,” jelasnya.

Ketika ditanya, apakah masih ada kemungkinan honor 29 petugas kebersihan itu akan dibayar, Iwan Asaad mengatakan, jika hasil pemeriksaan Inspektorat merekomendasikan hal itu, maka pihaknya akan tetap membayar honor para petugas kebersihan itu.

“Jadi tunggu saja hasil pemeriksaan tim Inspektorat, tegasnya.

Robin Herman, salah seorang petugas kebersihan yang mengaku gajinya tidak dibayar selama 9 bulan mengatakan, ia beserta sejumlah rekannya yang bernasib sama dengannya, sudah kerap dijanji gaji mereka tetap akan dibayarkan.

“Kami hanya dijanji-janji mau dibayar, bahkan katanya mau dibayar setengah, tapi sampai sekarang belum juga dibayar, kami mau makan apa, kami sudah 9 bulan kelaparan,” ujarnya. (*ag)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK