Minum Kopi Gratis di Rumah Kopi Sweetness Peringati Hari Kopi Internasional

SERATUSNEWS.ID,PAREPARE – 1 Oktober, diperingati sebagai International Coffee Day atau Hari Kopi Internasional. Di Indonesia khususnya Parepare Sulawesi Selatan, minum kopi memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, beberapa dari kita tentu belum tahu tentang Hari Kopi Internasional ini,dan dari mana asalnya?

Hari Kopi Internasional merupakan penanda sejarah panjang dari minuman ini. Biji kopi pertama diduga ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur. Biji kopi sebenarnya adalah lubang yang ditemukan dalam berry atau ceri. Cerita awalnya, seorang penggembala kambing abad ke-9 memerhatikan efek stimulasi biji tersebut pada kambingnya kemudian mulai bereksperimen.


Budaya minum kopi pada awalnya dipopulerkan di Arab sekitar abad ke-15 yang kemudian menyebar ke seluruh Asia, lalu ke Italia dan ke seluruh daratan Eropa, kemudian ke Amerika, hingga akhirnya ke cangkir kopi kita hari ini yang diracik barista di warung kopi langganan kita.

Saat ini, kopi adalah salah satu pertanian terbesar di dunia sehingga penting memertimbangkan membeli kopi yang ditanam secara etis. Pastikan kita bisa selektif dalam membeli secangkir kopi dan mendukung perdagangan etis.

Hari Kopi Internasional disebut merupakan sebuah selebrasi para pecinta kopi di dunia dan mengajak semuanya untuk berbagi cinta mereka terhadap kopi. Caranya adalah dengan mendukung jutaan petani kopi yang kehidupannya bergantung pada industri ini.

Tahun ini, Organisasi Kopi Internasional menyoroti kondisi para petani kopi, serta ancaman yang mereka hadapi di kehidupan mereka Harga secangkir kopi di kafe modern boleh saja mahal, namun harga yang dibayarkan untuk petani kopi memproduksi biji-biji kopi masih sangat rendah. Hal itu membuat para petani tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk kehidupan mereka dan keluarganya.

Di Parepare Sulawesi selatan hari kopi Internasional juga di peringati Rumah Kopi Sweetness Soreang. Salah satu tempat minum kopi tertua di Parepare ini melakukan selebrasi hari kopi dengan menghidangkan kopi secara cuma cuma kepada pelanggannya. Sejumlah petani kopi juga ikut mencicipi kopi yang mereka tanam sendiri.

Rumah kopi Sweetness sendiri memang rutin memperingati hari kopi Internasional. Menurut Muhammad Takbir Owner Rumah Kopi Sweetness,kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh petani kopi khususnya di Sulawesi selatan.

” Ini sebenarnya adalah agenda tahunan kita,sebagai wujud penghargaan kepada petani kopi,maupun para penggiat kopi di Sulawesi Selatan khususnya Parepare”,terang Takbir.
Menurut Takbir hingga saat ini kopi yang di seduh di Rumah Kopi Sweetness tetap mengandalkan kopi lokal Sulawesi Selatan. ” Warkop Kami ini memang 100 persen menggunakan biji kopi Sulawesi Selatan,baik Toraja,Pinrang,Enrekang hingga Sinjai. Karena menurut kami,kenapa harus beli kopi dari luar jika petani kopi kita sendiri punya tanaman kopi yang kualitasnya sangat bagus,bahkan lebih bagus dari biji kopi daerah lain” lanjut Takbir.

Takbir sendiri memang sempat membuat heboh dunia produksi kopi sejak awal Rumah Kopi Sweetness ia dirikan. Bagaimana tidak,Takbir muncul kepermukaan dengan mengandalkan Biji Kopi Robusta. Dimana biji kopi jenis ini dulunya sama sekali tidak di gubris penikmat kopi. Alasannya karena rasa pahit yang luar biasa dari jenis kopi Robusta.

Meski Demikian Takbir terus berusaha melakukan edukasi akan kandungan kopi Robusta yang memiliki manfaat lebih di banding biji kopi arabica. Hingga akhirnya biji kopi Robusta khususnya di Parepare kini posisinya mulai sejajar dengan biji kopi arabica.

Permintaan Biji kopi jenis Robusta yang terus meningkat tentu saja membuat petani kopi robusta juga ikut senang. wajar saja,karena sebelumnya para petani kopi robusta ini sempat putus asa karena pasar kopi robusta yang terus menurun. Beberapa petani kopi robusta bahkan terpaksa menebang tanaman kopi miliknya karena biji kopi mereka kurang peminat.

Namun beberapa tahun terakhir ini geliat kopi robusta kini semakin terlihat. Robusta yang dulunya dijuluki kopi sampah oleh beberapa penikmat kopi ini,kini perlahan menunjukkan kelasnya. Di Parepare Rumah kopi sweetness milik Takbir ini bahkan sudah memiliki puluhan cabang di berbagai daerah di Indonesia yang juga menggunakan biji kopi robusta. Permintaan kopi jenis robusta yang terus mengalami kenaikan tentu membuat petani kopi robusta tersenyum kegirangan. Harga biji kopi robusta pun kini semakin bersahabat dengan petani hingga mampu mensejahterakan kehidupan petani kopi khususnya Robusta. Selamat hari kopi sedunia. (rdi)

Tinggalkan Balasan

tiktok downloader sssTIKTOK